Rimpu, Filosofi Islam dalam Budaya Lokal

Dalam salah satu catatan Kerajaan Bima (Bo Sanggaji Kai) tercantum tahun kedatangan para mubaligh Islam di Bima, yakni pada tahun 1018 H yang jatuh pada tahun 1609 M. Bunyi dari “Bo Sanggaji Kai” tersebut adalah “Hijratun Nabi SAW seribu sepuluh delapan tahun ketika itulah masuk Islam di Bima oleh Datuk ri Bandung Datuk ri Tiro tatkala zamannya Sultan Abdul Kahar.

Sementara itu kronik Bima menyebutkan bahwa Ma Bata Wadu Jena Teke La Kai memeluk agama Islam, sehingga namanya diganti menjadi Sultan Abdul Kahir I (Raja pertama Kesultanan Bima yang memeluk agama Islam). Pelantikan Sultan Abdul Kahar menjadi Raja Bima dilakukan pada tanggal 5 Juli 1621 dan disepakati hari tersebut merupakan hari jadi Negeri Bima atau Dana Mbojo pada masa selanjutnya Dana Mbojo akan menjadi Negeri Islam.
Hari pelantikan Sultan Abdul Kahir.

merupakan awal kebangkitan Islam di Dana Mbojo. Adat istiadat budaya lama yang tidak sesuai dengan hukum Islam di hilangkan. Budaya Islam pun menyebar di seluruh Dana Mbojo, tak terkecuali budaya berbusana kaum wanita di kesultanan itu.
Rimpu dan Filosofi Islam.

Salah satu busana wanita yang berciri khas Islam adalah Rimpu. Rimpu Mbojo merupakan busana adat tradisional yang mengenangkan perkembangan adat harian yang telah mendasari munculnya perkembangan keagamaan setelah perkembangan kesultanan Islam di Bima sebagai identitas muslim Bima (Mbojo) pada saat itu.

Dikutip dari berbagai sumber, seorang warga Dompu Bima mengatakan, pakaian khas masyarakat kabupaten Dompu dan Bima itu sudah digunakan sejak Islam pertama kali masuk ke Bima. Karena keterbatasan pakaian, mereka memanfaatkan dua sarung tembe nggoli untuk menutupi aurat nantinya kedua sarung tersebut akan digunakan untuk bagian atas (kepala) yang digunakan seperti kerudung dan bawah (badan) yang dikenakan seperti lelaki memakai sarung atau melipatkan sarung sampe pinggang (Katente) sehingga yang terlihat hanya wajah atau matanya saja.

Sedangkan menurut pendapat lain yang dikutip dari jurnal berjudul, Rimpu: Budaya Dalam Dimensi Busana Bercadar Perempuan Bima yang ditulis oleh Rihlah Nur Aulia pada 2013, wanita Dana Mbojo memakai Rimpu setelah datangnya pedagang Islam ke Bima dengan mengidentikan pakaian Arab.

Rimpu sendiri terdiri dari dua jenis, Rimpu cili/mpida diperuntukan bagi remaja atau wanita yang belum nikah, bermakna bahwa seorang wanita yang belum menikah sebaiknya menutup aurat kecuali kedua matanya, Seperti memakai niqab. Rimpu Colo Rimpu, colo dikhususkan bagi wanita muslim yang sudah menikah, pemakaiannya pun sama seperti jilbab pada umumnya, menutup aurat kecuali wajah.

Konon, Wanita Mbojo pada saat dahulu diwajibkan untuk menggunakan Rimpu ketika mereka keluar rumah, jika tidak dipakai maka mereka telah melanggar hukum. Hal ini dungkapkan langsung oleh Nur Farhaty Ghani dari Forum Perempuan Bima. Akan tetapi, kaum wanita Mbojo dulu tetap akan berpegang teguh pada kebudaan tersebut sebab kepercayaan mereka telah menjadikan suatu kekokohannya dalam mengembangkan dan menegakkan agama.

Wanita Mbojo pada zaman dulu sering memakai Rimpu saat acara-acara resmi. Selain saat acara resmi Rimpu juga dapat dikenakan saat orang meningga dunia.
Banyak filosofi yang dapat kita ambil dari pakaian Rimpu. Rimpu di Era masa kini adalah sebuah lambang kehormatan seorang perempuan dan menjadi lambang untuk menahan iri dari perkara-perkara yang dilarang oleh agama.

Bila kita analogikan dalam kearifan Lokal Bima yang disebut Maja Labo Dahu yang artinya malu dan takut, malu kepada manusia jika berbuat kesalahan yang berkaitan dengan norma-norma dan takut kepada Allah atas balasan kesalahan tersebut maka Rimpu menjadi simbol Maja Labo Dahu yang tepat karena syariatnya yang sesuai dengan ajaran Islam.

Keanekaragaman budaya Indonesia sangatlah banyak. Namun Rimpu mempunyai keunikan sendiri karena memadukan antara ajaran agama dan budaya local. Rimpu dengan hijab yang menggunakan kain tenun khas Bima merupakan karya seni lokal Bima yang sangat berharga tidak hanya di dunia, tetapi juga akhirat. (Aul)

Bernas.id

539 Views

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *