Al-Battani: Astronom Muslim Penemu Masehi

*Nur Ummi Syarifah

Baghdad dalam sejarah merupakan sebuah kota yang luar biasa. Sebab, tidak hanya memiliki peradaban kebudayaan masa silam, Baghdad juga menjadi saksi atas banyaknya kebudayaan dan tingginya semangat keilmuan yang membawa umat manusia ke era kemajuan ilmu pengetahuan.

Setelah angin kemajuan bertiup membawa Baghdad pada puncak keharuman reputasinya di kota pada abad 12 silam. Banyak orang-orang yang haus akan keilmuan, terlebih adanya dorongan kalangan istana pada masa kekhalifahan Abbasiyah. Sehingga membuat Harun ar-Rasyid setelah naik tahta mendirikan sebuah Lembaga pusat pendidikan tinggi (Bait al-Hikmah). Berabad-abad lamanya, astronomi dan matematika begitu melekat dengan umat Islam yang menimbulkan banyaknya bermunculan ilmuwan dalam kedua bidang tersebut. Salah satunya adalah Abu Abdullah Muhammad bin Ibn Jabir Ibn Sinan al-Raqqi al-Harrani al-Sabi al-Battani yang biasa dikenal dengan Al-Battani atau Albatenius.

Oleh karena itu, penulis ingin menyampaikan sedikit uraian tentang Al-Battani yang merupakan seorang ilmuan muslim penemu jumlah hari dalam setahun berdasarkan perhitungan matahari dan temuannya tersebut menjadi referensi ilmuan barat dalam membuat kalender masehi yang digunakan sampai saat ini. Banyaknya anggapan bahwasanya kalender masehi merupakan temuan ilmuwan barat dan kalender hijriah merupakan temuan ilmuwan muslim. Menjadi salah satu dorongan kami untuk menulis ini. Karena, sejatinya ilmuwan barat hanya mengembangkan temuan dari Al-Battani yang mana pada umumnya ilmuwan muslim menggunakan perhitungan bulan untuk mengetahui jumlah hari dalam setahun.

Al Battani lahir pada tahun 858, di Harran. Nama lengkapnya adalah Abu Abdullah Muhammad Ibn Jabir Ibn Sinan al-Raqqi al-Harrani al-Sabi al-Battani. Ayahnya merupakan seorang ilmuwan astronomi yang menganut sekte Sabian (melakukan ritual penyembahan terhadap bintang). Namun, Al-Battani memilih untuk tidak mengikuti jejak nenek moyangnya dan memilih untuk menjadi seorang muslim.

Sejak kecil, Al-Battani sudah menunjukkan ketertarikannya pada bidang astronomi.
Ketertarikan terhadap berbagai macam benda di langit membuat ia menekuni bidang tersebut.

Di waktu kecil, ia ikut dengan keluarganya untuk pindah ke Raqqah. Di tempat baru inilah ia mulai menekuni bidang astronomi dan menemukan berbagai penemuan cemerlang.

Dilansir dari tirto.id, Salah satu sumbangsihnya pada dunia astonomi adalah keberhasilannya memperbaiki tatanan tata surya, lunar, dan mengembangkan teori Ptolomeus dalam buku The Almagest sehingga menjadi lebih akurat.

Al Battani sangat beruntung karena hidup di era ilmu pengetahuan berkembang pesat yang membuatnya bebas membaca manuskrip dan melakukan berbagai macam penelitian mandiri hingga menemukan berbagai penemuan cemerlang. Ia juga banyak menggunakan dan menyempurnakan teori Ptolomeus. Walaupun ia terkenal banyak menggunakan teori Ptolomeus tetapi bukan berarti ia menggunakan teori Ptolomeus sepenuhnya. Ia juga menggunakan teori-teori dari ilmuwan yang ada.

Karena ketekunan itulah, ia berhasil menghasilkan berbagai macam penemuan-penemuan yang cemerlang dan menciptakan karya-karya yang cukup terkenal di bidang astronomi dan matematika. Salah satu karyanya yang terkenal dan berpengaruh bagi astronomi barat adalah Kitab Al-Zij yang mana pada abad ke-12 diterjemahkan kedalam bahasa Latin dengan judul De Motu Stellarum atau De Scientia Stellarum. Dilansir dari bombastis.com, Kitab tersebut diteliti oleh sarjana orientalis Italia bernama C.A. Nallino yang mengedit dan menerjemahkannya ke dalam bahasa Latin.

Buah pemikiran Al Battani dalam bidang astronomi dan mendapatkan pengakuan dunia adalah penemuannya tentang lamanya bumi mengelilingi matahari. Berdasarkan perhitungannya tersebut, ia menyatakan bahwa jumlah hari dalam setahun adalah 365 hari, 5 jam, 46 menit, dan 24 detik yang dianggap akurat. Sehingga membuat seorang matematikawan asal Jerman yang bernama Christoper Clavius menggunakannya untuk memperbaiki kalender Julian. Atas izin Paus Gregorius XIII, akhirnya kalender lama dirubah menjadi kalender baru dan mulai digunakan pada tahun 1582. Kalender inilah yang banyak digunakan oleh masyarakat hingga saat ini.

Dilansir dari munfarida.blogspot.com, Penemuan tersebut merupakan hasil jerih payahnya selama 42 tahun melakukan penelitian yang diawali pada masa mudanya dulu, di Raqqa, Suriah. Ia menemukan bahwa garis bujur terjauh matahari mengalami peningkatan sebesar 16,47 derajat sejak perhitungan yang dilakukan oleh Ptolemy. Penemuannya ini membuahkan penemuan yang penting mengenai gerak lengkung matahari.

Ia juga menentukan secara akurat kemiringan ekliptik, panjangnya musim, orbit matahari, orbit bulan, dan planet. Serta menetapkan teori baru untuk menentukan sebuah kondisi kemungkinan terlihatnya bulan baru. Penemuannya mengenai garis lengkung matahari dan bulan, pada tahun 1749 digunakan oleh ilmuwan astronomi yang bernama Dunthorne untuk menentukan gerak akselerasi bulan.

Al Battani wafat pada tahun 929 di Kasr al Djiss, Iraq, Setelah wafat namanya tetap dikenang sebagai astronom terbaik dan terkenal dari peradaban islam pada abad pertengahan.

Kejayaan ilmu pengetahuan pada abad pertengahan menghasilkan ilmuwan dalam berbagai macam bidang ilmu pengetahuan. Salah satunya adalah Al Battani seorang ilmuwan astronomi dan matematikawan muslim yang bernama lengkap Abu Abdullah Muhammad Ibn Jabir Ibn Sinan al-Raqqi al-Harrani as-Sabi al-Battani. Karyanya yang terkenal dan berpengaruh di dalam dunia astronomi barat adalah karyanya yakni Kitab Al-Zij yang mana pada abad pertengahan diterjemahkan kedalam bahasa Latin dan diberi judul dengan De Motu Stellarum atau De Scientia Stellarum.

Salah satu penemuan terkenalnya adalah penemuan jumlah hari dalam setahun yang mana menjadi pedoman ilmuwan barat pada masa itu untuk membuat sebuah kalender masehi atau menyempurnakan kalender Julian yang hasilnya tersebut digunakan sampai saat ini.

*Penulis adalah Mahasiswa Fakultas Adab dan Humaniora, Jurusan Bahasa dan Sastra Arab Semester 3

187 Views

2 Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *