Cerita Keluh Kesah Hadapi Covid-19

*Muhammad Faiz

Berita tentang virus Corona sudah sampai di Bandar Lampung. Virus yang katanya berasal dari negara Cina. Walau di sana sudah diantisipasi warganya, tentu penyebarannya tak bisa dielakan karena mobilitas manusia yang begitu cepat di area modern ini dan banyak sekali berita yang simpang siur tentang virus ini yang membuat banyak masarakat bingung.

Entah kenapa di saat penyakit ini menyebar ada saja berita-berita hoax banyak beredar di negeri ini. Ini yang membuat suasana di salah satu kota di Indonesia, yaitu, Bandar Lampung sedikit tidak kondusif. Sedikit saja orang batuk atau bersin, langsung mereka pikir orang itu terkena virus Corona .Tak boleh keluar dan makanpun harus di rumah saja. Pokoknya masyarakat disini sudah dilanda kepanikan karena virus itu.

Dampak dari penyakit tersebut tak hanya menjadi persoalan kesehatan, malahan berimbas pada ekonomi juga. Penyakit ini membuat beberapa pedagang kesusahan dalam mencari rezekinya. Karena pemerintah bilang untuk tidak kemana mana dulukarena takutnya virus ini semakin menyebar luas, tapi kalau tidak kemana-mana, rezeki akan hilang entah kemana.

“Kapan sih virus ini hilang. Lama sekali. Keluarga saya jadi susah untuk makan,” keluh Pak Wisnu, salah satu pedagang

Beberapa tukang sayur-mayur dipasar juga selalu bersedih disaat pandemic Covid-19 ini, karena daganganya kurang laku. Yang membuat mereka susah mendapatkan uang untuk makan sehari hari keluarganya.

Apakah pemerintah tidak berinisiatif mengirimkan bantuan untuk kita agar tetap dirumah saja atau membiarkan kita mati kelaparan?.

“Aduh, kalau begini terus hidup kita bagaimana, ya?”.

Begitulah semua warga merasa kebingungan dengan virus Corona ini. Mereka takut dengan apa yang diberitakan di media online.

Bagaimana pemerintah?, mereka hanya menyuruh masyarakat lockdown dirumah saja, akan tetapi bagaimana nasib masyarakat yang kurang mampu? kalau mereka mati kelaparan apakah itu menjadi hal yang pantas?.

Kami berharap pemerintah melihat kebawah, lihatlah banyak warga yang masih kurang mampu yang dipaksa untuk tidak bekerja dan tidak keluar rumah tetapi tak tahu bagaimana nasib mereka kedepan. Ditambah berita hoax yang membuat banyak pihak alami kepanikan. Maka, pilihannya hanya dua, tetap bertahan atau mati dalam kesengsaraan?

Mudah mudahan virus ini cepat berlalu dan kita semua cepat bertemu. Agar bisa beraktivitas kembali sediakala. Aamiin

*Penulis adalah Kader HMI Komfakda dan Kader Lapmi HMI Ciputat

178 Views

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *