Banyak Rakyat yang Membantu Pemerintah, Sedikit Pemerintah yang Membantu Rakyat

*Dio Aditya Pratama

Setiap Kejadian atau peristiwa pasti terdapat hikmahnya, mungkin itu adalah salah satu kalimat bijak yang memang sudah mainstream kita dengar. Begitulah dengan adanya pandemi Covid-19 ini, banyak hal yang kita sadari dan kita petik hikmahnya.

Dan yang banyak kita petik hikmahnya dari beberapa hal yang terjadi pada lingkungan masyarakat itu sendiri, yaitu banyaknya kesadaran masyarakat untuk membantu Sesama, entah dalam bantuan aksi sosial berupa pemberian sembako, makanan, uang tunai dan berupa APD yang di berikan kepada Rumah Sakit, dan banyaknya kesadaran masyarakat untuk saling mengingatkan satu sama lain untuk mengedukasi tentang bahayanya virus Covid-19 ini.

Dari beberapa kesimpulan diatas, kita bisa memaknai bahwasanya banyak sekali masyarakyat yang memiliki jiwa nasionalisme yang tinggi dan sadar arti bhineka tunggal Ika, yang diimplementasikan dengan aksi yang nyata, bukan hanya semboyan semata, untuk meraih tahta dan memperbanyak harta.

Sejak dinyatakannya tepat pada tanggal 2 Maret yang lalu oleh Presiden Joko Widodo dengan diumumkannya terdapat 2 kasus positif Covid-19 pertama di Indonesia yaitu di daerah Depok. Memang banyak sekali kebijakan kebijakan yang terlambat dalam merespon virus Covid-19 ini.

Bahkan setiap daerah membuat kebijakan tersendiri yang sering berbenturan dengan pemerintah pusat, contoh kasus seperti ketika Pak Luhut yang mengeluarkan keputusan untuk membatalkan kebijakan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan Terkait penghentian operasional bus antar kota antar provinsi (AKAP) dan antar jemput antar provinsi (AJAP) serta bus pariwisata di Jakarta.

Demi mengendalikan situasi yang semakin Tak terkendali, Presiden Jokowi akhirnya membentuk gugus tugas yang dipimpin oleh Kepala BNPB yaitu Doni Monardo. Presiden menyatakan gugus tugas percepatan penanganan Covid-19 adalah satu-satunya rujukan informasi terkait dengan Covid-19 dan kebijakan daerah yang terkait dengan Covid-19 wajib dikonsultasikan dengan Pemerintah Pusat.

Para Artis Galang Dana Pemerintah Kemana?

ketika dalam pemerintahan itu sendiri memang masih banyak sekali perdebatan terkait beberapa kebijakan dan strategi untuk menghadapi Pandemi Covid-19 ini, yang memang sangat bersifat lama dan terkesan terlambat, di sisi lain sudah banyak yang sadar bahwa masyarakat dan para tenaga medis tidak bisa menunggu lama lagi untuk mengatasi masalah bersama Pandemi Covid-19 yang semakin menyebar saat ini.

Sehingga berinisiatif untuk membantu sesama dalam menangani dan menghadapi virus Covid-19, mungkin yang kita ketahui dengan cepat dan tanggap dalam menyikapi hal ini yaitu salah satu influencer yang namanya sudah tak asing bagi kaum milenial yang memang aktif dalam dunia maya yang bernama Rachel Vennya

Melalui situs penggalangan dana Kitabisa.com, Rachel Vennya berhasil menggalang dana hingga mencapai Rp5 Miliar untuk membantu pencegahan virus corona di Indonesia, “Aku ngajak kamu untuk berdonasi di galang dana yang akan digunakan untuk menyediakan masker, handsanitizer, sarung tangan plastik dan alat perlindungan diri lainnya untuk tenaga kesehatan di rumah sakit rujukan COVID-19,” ujarnya dalam tulisan di akun Instagramnya.

YouTuber Arief Muhammad juga menunjukkan kepeduliannya terhadap masyarakat kecil di Indonesia. Arief Muhammad menunjukkan kepeduliannya itu dengan menggalang dana yang nantinya disalurkan kepada masyrakat yang kecil. “Gue mau mengajak kalian menyisihkan sedikit rezeki untuk bantuk ngelindungin masyarakat kecil dari virus corona,” tulisnya yang di unggahan Instagramnya @ariefmuhammad.

Melalui galang dana di Kitabisa, Arief Muhammad dan Tiara Pangestika berkeiingin untuk memberikan bantuan berupa beberapa sembako dan kebutuhan pokok lainnya untuk masyarakat yang membutuhkan, serta memberikan akses kesehatan bagi masyarakat kurang mampu.

Masih banyak lagi beberapa artis atau influencer yang membantu sesama dengan menggalang dana, dengan mengadakan konser konser musik, atau bahkan ada yang menyumbangkan penghasilan YouTubenya untuk didonasikan untuk membantu menghadapi virus Covid-19 ini, seperti YouTuber Atta Halilintar.

Kesadaran dan Kerjasama Masyarakat untuk Melawan Covid-19

Kian hari makin meningkat jumlah masyarakat yang positif virus Covid-19, bertanda meluasnya virus itu di Indonesia, sehingga pemerintahpun menghimbau agar masyarakat bekerja, belajar, beribadah dirumah, sehingga banyak sekali sebagian diantara mereka yang mendapatkan dampak dari kebijakan itu, seperti kehilangan mata pencaharian yang memang di dapatkan dengan berkerja di luar rumah, seperti para supir angkot di berbagai daerah yang kehilangan penumpang dari dampak Virus Covid-19.

Bukan hanya itu bahkan banyak pedagang yang gulung tikar, karena sepinya pembeli dikarenakan Social Distancing dan berbagai perusahaan yang merugi, sehingga mengambil kebijakan untuk memberhentikan atau PHK (Pemutusan Hubungan Kerja), menurutĀ  Kemenaker sebanyak 2,8 juta per 20 April lalu. Sebab, kata Suryani jumlah itu belum ditambah UMKM yang juga ikut terdampak.

Bahkan, Suryani memperkirakan jumlahnya jauh lebih besar, antara 30-40 juta warga korban PHK akibat pandemi ini. Sebab, kata dia, banyak warga juga terpaksa tak bisa mudik karena dilarang.”Belum lagi itu dikatakan yang tidak pulang. Di Jakarta mungkin 20 jutaan. Mungkin sudah hampir 30 jutaan tenaga kerja, 40 juta yang sudah menganggur,” ujarnya yang dilansir oleh CNN.

Dari kejadian tersebut, banyak pula pengusaha yang menyisihkan hartanya untuk membantu sesama, seperti Nurhayati pemilik dari PT Paragon Technology & Innovation (Paragon) atau yang dikenal sebagai pemilik Wardah yang berdonasi Rp 13 Miliar.

Dan yang sempat viral pada bulan bulan ini yaitu Seorang mualaf menjual hampir seluruh hartanya untuk membantu menangani dampak pandemi wabah corona atau Covid-19 di seluruh wilayah Indonesia. Dia adalah Steven Indra Wibowo, pendiri sekaligus Ketua Mualaf Center Indonesia, “Saya memilih mengembalikan ini dengan cara yang baik. Ini harta pinjaman dari Allah, saya cuma ingin balikin, momennya sekarang lagi bagus. Ya sudah aku balikin aja. Karena cepat atau lambat itu akan kembali, dan akan Allah minta pertanggungjawaban,” kata dia kepada Republika.co.id.

Terdapat juga beberapa masyarakat yang mendirikan posko dapur, untuk mengantisipasi masyarakat yang lain dari kelaparan, salah satu contohnya adalah Dapur Untuk Rakyat yang dikoordinatori oleh Ahmad Nabil Bintang yang berpusat di Ciputat Tangerang Selatan dan selama ini sudah 28.000 porsi makan yang dibagikan dapur untuk rakyat kepada masyarakat yang terdampak Virus Covid-19.

Dari pemaparan tersebut, kesadaran kita sangat terbuka untuk membantu sesama, tapi di satu sisi kita disadarkan dengan lemahnya kebijakan pemerintah kita saat ini, apalagi terhadap DPR yang mengaku sebagai Wakil daripada rakyat, malah membuat beberapa kebijakan yang melenceng cukup jauh dari apa yang sedang melanda kita pada saat ini.

Seharusnya memang sudah harus tersadarkan dengan aksi masyarakat yang saling membantu, mungkin dengan menginisiasikan untuk membuat posko dapur di berbagai titik merah yang ada di seluruh Indonesia, yang dimana jika sebuah daerah yang memiliki presentasi yang tinggi dalam penyebaran Virus Covid-19 ini ditandai dengan warna merah.

*Penulis adalah Kader HMI Komfakdisa

41 Views

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *