Taman

*Ghufron Akbari Wardhana

Aku pergi ke taman,
Mencari inspirasi.
Berharap gratis,
Atau membayar murah.

Rupanya di taman, bukan inspirasi yang aku dapat. Perasan!
Uangku diminta, banyak.
Tamanku disita, lama.

Kata Bapak penjaga, tamannya di “online”kan satu semester lagi.
Karena di taman, sedang ada penyakit menular.
Aku percaya,
Dan aku pulang.

Sesampai di rumah,
Taman onlinenya gratis. Harapku.
Rupanya menyedot banyak kuota.
Sementara dana, sudah tak ada.
Habis untuk bayaran dimuka
yang semakin mahal harganya.

Aku terpikir soal teman-temanku yang telah membayar mahal.
Apakah di kampungnya cukup sinyal ?

Oh taman,
Harapku engkau menginspirasi.
Rupanya memeras kami.

70 Views

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *