Koalisi Serikat Buruh Gelar Demo, Said Iqbal: Bukan Menolak Pembahasan, Tapi Menolak Draft RUU Ciptaker Versi Pemerintah

Ciputat, ruangonline.com- Ribuan buruh kembali berunjuk rasa menolak Omnibus Law hari ini (25/8), bertempat di depan gedung DPR dan kantor Kemenko Perekonomian. Presiden Konfederasi Serikat Buruh Indonesia (KSPI) Said Iqbal mengklaim demo serupa dilaksanakan di 20 Provinsi lain oleh ribuan buruh lainnya

Dalam keterangannya, Iqbal mengatakan tujuan demo bukanlah menolak pembahasan Omnibus Law RUU Cipta Kerja. Melainkan menolak draft RUU Cipta Kerja buatan pemerintah yang diterima DPR.

“Menolak omnibus law draft yang diserahkan pemerintah ke DPR RI dan mendukung langkah DPR RI yang telah membentuk tim perumus. Menolak pengesahan omnibus law draft pemerintah,” ucap Iqbal dikutip dari detik.com.

Serikat buruh menolak draft RUU Cipta Kerja versi pemerintah sebab tidak diikutkan dalam perumusannya. Meski pemerintah mengatakan telah memenuhi persyaratan tripartit, serikat buruh mengaku tidak dilibatkan sama sekali dan merasa hanya dijadikan alat legitimasi.

Kesepakatan dibentuknya tim perumus pada 18 Agustus lalu memunculkan harapan bagi buruh. Iqbal dan pihaknya mendorong DPR tetap pada kesepakatan dengan buruh untuk mengeluarkan klaster ketenagakerjaan.

Pertemuan pertama tim perumus pada 20-21 Agustus lalu di Hotel Mulia Jakarta diketahui menghasilkan 4 poin kesepakatan terkait klaster ketenagakerjaan dalam RUU Cipta Kerja, antara lain sebagai berikut:

Pertama, Klaster Ketenagakerjaan RUU Cipta Kerja akan didasari pada putusan-putusan Mahkamah Konstitusi.

Kedua, sanksi pidana ketenagakerjaan dalam RUU Cipta Kerja dikembalikan sesuai dengan UU No. 13 tahun 2003.

Ketiga, akan ada pengaturan hubungan ketenagakerjaan yang lebih adaptif pada perkembangan industri di RUU Cipta Kerja dan publik dapat memberi masukan

Keempat, fraksi-fraksi DPR akan memasukkan poin-poin keinginan serikat buruh pada daftar inventarisasi masalah (DIM) untuk dibahas dalam rapat Panja Baleg DPR. (Dimas F)

119 Views

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *