Sepeda Masuk Tol? Cara Anies Setarakan Jakarta dengan Negara Maju

*Redaksi

Kebijakan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan soal tol dalam kota bisa terbuka untuk pesepeda tentu banyak kritikan dan penolakan dari masyarakat maupun pejabat daerah. Kebijakan tersebut dibilang tidak masuk akal dan tidak memperhatikan sisi keamanan.

Mengingat kebijakan Anies yang out of the box, sama halnya kalau kita lihat sejarah dari presiden pertama Republik Indonesia, yaitu Soekarno. Siapa yang tidak mengenal sosok presiden pertama yang mempunyai semangat menggebu dan berani melakukan apa saja demi bangsa Indonesia?.

Kala itu Pak Karno dengan beraninya menjadikan Indonesia sebagai tuan rumah Asian Games ke-4 walau baru diusia 17 tahun setelah merdeka. Tentu saja dengan usia Indonesia yang masih tergolong muda banyak kritikan dan penolakan dari masyarakat. Namun, dengan semangat dan tekad Pak Karno yang begitu kuat demi bangsa yang hebat, ia berani menjadikan Indonesia menjadi tuan rumah Asian Games ke-4. Pak Karno bilang bahwa justru dengan keberanian Indonesia menjadi tuan rumah Asian Games berarti juga menapaki tahap untuk mengubah mental bangsa Indonesia.

Seperti halnya yang dicontohkan kepemimpinan dari Pak Karno, begitu juga dengan Gubernur DKI Jakarta yang mendapat banyak krtikan dari masyarakat maupun pejabat daerah. Tentu saja, kebijakannya tidak berskala silaturrahim internasional. Namun, kebijakan Pak Anies nantinya akan dilirik oleh negara di dunia sebagai teladan yang baik.

Seperti yang masyarakat ketahui, Anies mengusulkan agar lintasan Inner Ring Road atau Tol Dalam Kota bisa terbuka buat pesepeda. Jadi secara praksis, nantinya mulai Kebon Nanas sampai Tanjung Priok akan dibuat satu ruas tol panjang yang nantinya akan ramai diisi oleh para pesepeda. Tetapi yang harus diingat yaitu hanya pesepeda yang memenuhi kriteria sebagai road bike yang jalannya cepat.

Satu sisi, kebijakan Anies memang terlihat tidak masuk akal. Soalnya akan melanggar aturan tol yang hanya diperuntukkan bagi kendaraan roda empat ke atas. Pertimbangan itu pula yang membuat beberapa pihak menolak usulan Gubernur DKI Jakarta.

Salah satunya datang dari DPRD F-PDIP, Johny Simanjuntak yang katanya kebijakan Anies ini tidak ada urgensinya. Bahkan, ia melanjutkan bahwa Anies hanya cari perhatian saja terhadap publik agar disorot.

Disamping kritikan yang tidak open-minded itu, pemikiran Anies terlihat lebih maju karena di negara maju lainnya, seperti Amerika Serikat, jalan tol yang sebagian sisinya diperuntukan untuk pesepeda. Juga di Jerman lewat Radschnellweg Ruhr-nya.

Seperti yang dikatan oleh akun twitter @tatakujiayati tol yang nantinya akan digunakan untuk pesepeda hanya tol lingkar dalam dan satu ruas jalan saja. Yaitu, tol Cawang-Tanjung Priok bagian barat. Untuk waktu operasionalnya hanya tiga jam pada hari minggu pukul 06.00-09.00 WIB. Jadi tol untuk pesepeda hanya digunakan satu hari saja tidak setiap hari.

“Jalan tol yg dimintakan ijinnya tol @aniesbaswedan utk pesepeda itu hy 1 ruas tol lho. Tol Lingkar Dalam, Cawang-Tanjung Priok bgn barat. Dan hanya 3 jam pd hari Minggu (06.00-09.00). Yg meributkannya, seolah yg diminta adl semua tol utk setiap waktu,” tulisnya.

Sebetulnya, Anies ingin agar Jakarta bisa setara dengan negara-negara maju yang menyediakan ruas jalan tol bagi para pesepeda.

70 Views

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *