Diduga Melanggar Kode Etik, Ketua Dema UIN Terpilih: Saya Dirugikan

Ciputat, ruangonline.com – Ketua Dema UIN Jakarta terpilih, Tubagus Agnia merasa dirugikan lantaran beredarnya berita bahwa dirinya melakukan kecurangan dan penipuan dari sebuah portal berita yang viral 21 Desember yang lalu.

“Saya merasa dirugikan dalam hal ini dan malah saya yang merasa dicurangi, berita ini terbit tanpa ada keterangan terlebih dahulu kepada saya. Bagaimana fakta sebenernya yang terjadi. Ini juga menyalahi dalam kode etik jurnalistik”, ungkap Tubagus, Selasa (22/12).

Pria yang akrab disapa TB tersebut merasa hal ini tidak sejalan dengan aturan yang berlaku dalam pedoman akademik terkait tentang kode etik mahasiswa BAB IV pasal 5 ayat 15 dan 16, dia merasa tidak melakukan penipuan dan tidak memalsukan dokumen.

“Jika ada sebuah ketidakjelasan dan penipuan misalnya itu bisa digugat waktu pelaksanaan pas Pemilwa kemarin, tapi hari ini saya digugat karena melanggar kode etik. Padahal yang dituduh itu sebenarnya tidak benar juga karena saya dituduh memalsukan nilai, melakukan penipuan, padahal tidak sama sekali karena dalam prosesnya saya mengikuti prosedur yang sudah ditentukan”, jelas TB

Banyak prosedur yang diduga cacat dalam pembentukan Tim Mahkamah Etik bahkan ketika ditanya terkait keluarnya SK tersebut, mereka tidak tahu.

Ketika dikonfirmasi mengenai SK tersebut, Ketua Tim Mahkamah Etik Fakultas Adab dan Humaniora, Ahmad Saehudin mengatakan bahwa mereka ditunjuk untuk mempelajari berita acara pemeriksaan yg telah dilaksanakan kemudian memberi rekomendasi kepada yang memberi tugas.

“Kami ditunjuk untuk mempelajari berita acara pemeriksaan yang telah dilaksanakan sampai benar-benar jelas benar atau salahnya, atau melanggar kode etik atau tidak, sehingga kami berhak memanggil siapapun yang dibutuhkan”, ungkap Saehudin.

Ketika ingin mengkonfirmasi hasil rekomendasi, ia langsung mengarahkan kepada yang memberi tugas.

“Silahkan tanya kepada yang memberi tugas (Dekan)”, jelas Saehudin.

Saat ingin konfirmasi terkait penunjukan tersebut, Dekan Fakultas Adab dan Humaniora, Saiful Umam tidak memberi tanggapan sampai berita ini diterbitkan. (Novia).

1866 Views

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *