Massa Aksi Aliansi Mahasiswa UIN Jakarta Lakukan Aksi Sujud

CIputat, ruangonline.com – Aliansi Mahasiswa UIN Jakarta melakukan aksi sujud kepada rektor. Terlihat salah satu massa aksi yang menggunakan topeng Amany Lubis, Rektor UIN Jakarta sebagai seseorang yang disembah, Senin, (22/02).

Tubagus Agnia, Koordinator Aliansi mengatakan aksi simbolik itu dilakukan untuk menggambarkan bahwa rektor patut untuk disembah karena menurut mereka ketika menentang akan dibuang.

“Aksi simbolik menandakannya kami memohon, duduk bersimpuh, dan bersujud kepada rektor menandakan bahwa memang rektor memang sangat patut disembah, apa yang ia katakan harus dikerjakan dan yang menentang akan ditendang,” jelas Tubagus.

Risang Tohpati Hizbul Balade, Koordinator Lapangan menjelaskan, aksi simbolik tersebut untuk menunjukkan akan penghormatan terhadap kekuatan rektor yang menyalahkan kebijakan sehingga nama baik UIN Jakarta tercoreng.

“Aksi simbolik sujud yang teman-teman aliansi lakukan merupakan bentuk penghormatan kami dari mahasiswa kepada rektor super power UIN Jakarta yang sewenang-wenang dalam membuat kebijakan terhadap beberapa persoalan yang terjadi sehingga itu membuat nama baik UIN Jakarta kembali tercoreng,” jelas Risang.

Achmad Dzulfikar, salah satu masa aksi berpendapat bahwa dengan adanya aksi tersebut ruang untuk menyampaikan aspirasi kembali terbuka, baik penyampaiannya secara simbolik atau orasi, sarkas maupun satir.

“Cukup senang karena kembali ada pergerakan dan kritik-kritik baik itu berupa sarkas maupun satire. Dalam keadaan pandemi seperti ini, cara tersebut merupakan suatu inovasi dalam menyampaikan aspirasi dan pendapat serta kritik terhadap ketidakbenaran sehingga bukan hanya lewat perantara surat audiensi. Tapi melalui pukulan keras via media juga,” ungkap Dzulfikar.

Selain melakukan aksi simbolik, Aliansi Mahasiswa UIN Jakrata  menghantarkan surat audensi berharap dapat berdiskusi dan mendapatkan keterangan langsung dari rektor.

Dalam surat audensi itu dijelaskan beberapa tuntutan yang harus diselesaikan, yaitu;
1. Transparansi pengelolaan dana UKT
2. Meminta kejelasan terhadap pelantikan organisasi mahasiswa ditingkat universitas
3. Mempertanyakan/meminta transparansi rektor terhadap desas-desus isu yang akhir-akhir ini terdengar di telinga mahasiswa tentang pemberhentian wakil rektor tiga dan wakil rektor empat
4. Transparansi informasi tentang dugaan kasus korupsi asrama mahasiswa.

“Kami berharap bahwa rektor mau menjulurkan tangannya merangkul kita dan terbuka atas semua tuntutan yang kita ajukan sehingga harapan dan tujuan rektor untuk menjadikan world class university bisa tercapai. Kami tidak ingin nama baik UIN Jakarta tercoreng sedangkan kami tidak tahu permasalahannya seperti apa,” terang Tubagus. (Dzul, Roy)

454 Views

1 Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *