LK Komtar, Namira; Saya Sangat Kesal dan Kecewa Setelah Tau Tidak Mencakup Komisariat Lain

Ciputat – ruangonline.com. Namira, seorang mahasiswi Fakultas Adab dan Humaniora yang mendaftar Latihan Kader 1 di Komisariat Tarbiyah merasa kesal dan kecewa ketika tahu pesertanya hanya terbatas dalam lingkup Fakultas Tarbiyah saja. Ia mengatakan bahwa sudah sangat _excited_ untuk mengikuti LK1 secara online. Ia juga menyampaikan bahwa sewaktu ia mendaftar pihak panitia sudah memperbolehkan mahasiswa diluar lingkup Fakultas Tarbiyah boleh ikut.

“Perasaan saya setelah mengetahui bahwa LK1 di HMI Komtar batal/tidak mencakup komisariat lain tentu nya kecewa. Karena sebelum saya mendaftar, saya sudah menanyakan kepada pihak kontak person terkait keikutsertaan calon peserta dari luar komisariat tarbiyah dan mereka sudah memperbolehkan.
Saya sebagai calon peserta, sudah sangat excited untuk mengikuti LK1 online ini, tetapi dengan keputusan dari panitia, saya sangat kesal dan kecewa” Katanya saat diwawancarai jurnalis ruangonline.com via Whatsapp.

Namira juga menyarankan kepada panitia untuk membuat pertimbangan dan dibicarakan baik dan buruknya, dan membuat keputusan tiba-tiba saat pendaftaran sudah berjalan.

“Menurut saya, seharusnya dari awal sebelum pembukaan pendaftaran segala sesuatu itu sudah dibicarakan baik dan buruknya jika keikutsertaan peserta melebihi batas, bukan malah setelah pendaftaran sudah berjalan malah membuat keputusan tiba-tiba. Jika memang kendala dalam pendaftaran yang membludak/melebihi batas, setidaknya calon peserta yang mendaftar duluan bisa ikut serta.” Tutur Namira dengan nada agak kesal.

Ia juga sudah sempat mengikuti Maperca yang diadakan oleh HMI Kofah, namun belum mengikuti LK1 karena masalah pembatasan pandemi. Materi-materi yang sudah disampaikan di Maperca pun sudah ia persiapkan untuk mengikuti Latihan Kader 1 di Komtar.

“Persiapan untuk mengikuti LK itu saya sudah membaca materi-materi yang telah di share oleh panitia dari Kofah saat Maperca awal, itu menjadi dasar saya mempelajari materi-materi tentang kepemimpinan dan ke-HMI-an” Pungkasnya.

Ari Setiadi selaku Ketua Umum HMI menyampaikan, bahwa ada dua alasan terkait keputusan pembatasan peserta ini, dansudah didiskusikan dan diputuskan bersama BPL. Pertama, Banyaknya pendaftar dari luar lingkup Fakultas Tarbiyah ditakutkan menyebabkan BPL kurang efektifif dalam melakukan evaluasi. Ia juga membeberkan data pendaftar dari luar lingkup Tarbiyah juga mencapai 100 orang. Yang Kedua ia berkata bahwa peminat HMI di Tarbiyah sudah cukup banyak, sampai angka 280 orang.

“Alasannya ada beberapa kesepakatan yang kita ambil dengan BPL terkait LK 1 yang berbasis online ini. Pertama bahwa dengan banyak peserta yang ikut dari luar tarbiyah hampir mencapai 100 peserta, yang di takutkan dari pihak BPL adalah efektivitas dalam melakukan evaluasi, karean HMI Komtar komisariat yang pertama kali menerapkan LK berbasis online dilingkungan Ciputat dan mungkin juga nasional. Dari situ kami dari pengurus dan panitia harus melakukan keputusan yang sangat berat dan penting untuk keberlangsungan LK1. Kedua Peminat di Tarbiyah sudah sangat banyak, mencapai angka 280 peserta sehingga kami butuh membatasinya untuk menekan kuota demi keefektifan pembelajaran di ruang virtual.” Katanya saat diwawancarai jurnalis ruangonline.com

Namun, pihak Komtar juga meminta maaaf atas keputusan ini dan berharap agar ini menjadi sebuah pembelajaran.

“Tapi dari semua persoalan yang terjadi, kami selaku panitia Lk 1 dan pengurus HMI Komtar memohon maaf yang sebesar-besarnya untuk semua pihak atas ketidaknyamanannya. Semoga ini menjadi pembelajaran bagi kita semua.” Pungkas nya di akhir wawancara.

Menanggapi hal tersebut, Ketua BPL Tubagus Damanhuri mengakui bahwa pengkhususan calon peserta dari komtar adalah saran dari BPL. Ia mengatakan jika peserta LK hanya dari Komtar, ia dapat mengukur keberhasilan training LK1 Online ini.

“Sebenarnya, pengkhususan calon peserta hanya berasal dari komtar itu memang bermula dari saran dan pertimbangan BPL HMI Ciputat. Mengingat agenda LK1 secara online merupakan kegiatan perdana, maka tidak terlepas dari plus-minusnya. Maka dari itu penting untuk perhatikan ukuran evaluatif dan efektifnya pelatihan. Ketika pesertanya hanya berasal dari Komtar, kita dapat mengukur keberhasilan LK 1 online ini secara tersentralisasi pada komisariat yang bersangkutan.” Kata Tubagus.

263 Views

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *