Geram Akan Tindakan Pemerintah Daerah, HMI Cabang Mojokerto Nyatakan Sikap

Mojokerto, ruangonline.com – Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Mojokerto Melalu Bidang Partisipasi Pembangunan Daerah (PPD) layangkan surat Pernyataan sikap terhadap pemerintah Mojokerto, baik Pemerintah Desa Maupun Kabupaten atas tindakan penghapusan mural bertuliskan ‘Pikiran Gersang Kritik Dilarang’ yang terletak di sebelah selatan Kantor Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD), (31/08/2021).

Surat tersebut diluncurkan Karena HMI Cabang Mojokerto menganggap akan menimbulkan banyak polemik di kalangan masyarakat dan akan menimbulkan penurunan kepercayaan masyarakat terhadap Pemerintah Mojokerto.

Menurut Elang Teja Kusuma selaku Ketua Umum HMI Cabang Mojokerto bahwa pengeluaran surat tersebut melalui proses pengkajian dari Bidang PPD juga Bidang-bidang Eksternal dan Internal HMI Cabang Mojokerto yang diajukan pada dirinya.

“Surat keluar berdasarkan rapat internal di bidang PPD yang ditembuskan ke saya selaku ketua umum dan saya selaku ketua umum mengiyakan pernyataan sikap itu keluar. Surat itu keluar hasil diskusi dengan Bidang-bidang Internal dan Eksternal HMI karena HMI Cabang Mojokerto sekarang lebih fokus dengan kebijakan Pemerintah Daerah,” Ungkap Lelaki dengan nama panggilan Elang, (01/09/2021).

Untuk langkah, lanjut Elang, surat tersebut diedarkan di berbagai media sosial seperti Instagram dan WhatsApp. Ia juga menjelaskan bahwa tindakan HMI Cabang Mojokerto tidak cukup di surat pernyataan sikap, namun akan berlanjut dengan melakukan Aksi Demonstrasi, karena HMI Cabang Mojokerto telah berkoordinasi dengan pihak pemerintah, namun tidak ada tindak ada langkah pasti yang dilakukannya.

“Sebagai langkah awal surat itu disebar melalui media online seperti Instagram maupun WhatsApp dan akan ditindak lanjuti dengan surat pemberitahuan aksi karena kami dari hmi cabang mojokerto sudah mencoba berkoordinasi dengan pihak terkait mengenai masalah tersebut tetapi tidak ada langkah kongkrit yg diberikan oleh pihak terkait maka kami HMI Cabang Mojokerto mengambil sikap akan turun aksi,” jelas Elang.

Elang juga mengungkapkan bahwa Aksi Demonstrasi tersebut sebagai kelanjutan dari gerakan HMI Cabang Mojokerto kemungkinan akan dilaksanakan pada Jumat depan pada tanggal 03 September 2021, dengan harapan sikap dari pemerintah atas tindakannya yang terkesan gegabah.

“InsyaAllah jum’at pagi. Yang kami harapkan adalah pernyataan dari pihak terkait karena sudah bertindak gegabah untuk menyikapi mural yg dihapus,” pungkas Elang.

Dalam surat pernyataan sikap yang dilayangkan oleh HMI Cabang Mojokerto berisikan tiga tuntunan. Pertama, menuntut tindakan Kepala Desa Sooko yang dinilai sebagai tindakan subjektif. Kedua, menuntut Pemerintah Daerah untuk menegakkan pasal 28 UUD 1945. Terahir, Meminta Kepala Desa dan aparat terkait mempertimbangkan langkah yang akan diambil agar tidak terjadi kegaduhan di masyarakat.

(Dayat)

128 Views

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *